4 Tips Membeli Rumah Pertama

Memiliki rumah sendiri adalah impian setiap orang, baik rumah itu digunakan sebagai tempat tinggal atau sarana investasi. Jika anda telah menyimpan keinginan untuk membeli rumah sendiri dan ini adalah rumah pertama yang anda miliki, ada baiknya anda melihat kondisi rumah, keuangan, dan lingkungan di sekitar rumah.

Mewujudkan mimpi anda untuk membeli rumah pertama kali rasanya memang ribet. Akan tetapi, lima tips singkat di bawah ini pasti mampu membantu anda mewujudkan mimpi itu.

 

Tips #1: Pastikan Legalitas Tanah dan Bangunan

Legalitas dokumen tanah dan bangunan

Credit: storebukkebruse @ flickr

Anda harus yakin bahwa rumah yang akan anda beli sudah memenuhi persyaratan hukum yang ditetapkan pemerintah. 

  1. Jika anda membeli rumah di atas tanah, pastikan bahwa anda mendapatkan sertifikat hak milik tanah (SHM).
  2. Jika anda membeli apartemen atau rumah susun, pastikan bahwa apartemen anda dibangun di atas tanah di mana developer mempunyai hak guna bangunan (HGB). Masa HGB bervariasi dari 15 tahun atau lebih. Pastikan bahwa HGB tidak terlalu pendek, karena anda bisa kehilangan apartemen anda kalau HGB sudah habis.
  3. Pastikan bahwa rumah/apartemen yang anda beli dibangun sesuai Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Jadi, jangan lupa untuk cek akte pertanahan (SHM dan HGB) dan izin bangunan (IMB).

 

Tips #2: Siapkan dana tambahan untuk renovasi

Alangkah bagusnya kondisi rumah yang baru anda beli siap untuk ditempati, tetapi kenyataannya tidak seperti itu. Saat anda mendapatkan rumah baru, pasti ada saja bagian rumah yang ingin anda tambah atau renovasi.

Sebagai contoh, banyak developer membangun rumah dengan bahan yang minimum  sehingga harga jual rumah tidak menjadi mahal. Untuk menjadikan rumah layak ditinggali/disewakan, anda harus menambah bagian rumah yang tidak disediakan oleh developer seperti, pagar, pintu garasi, atap garasi, pompa air, tanaman hijau, air conditioner, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, sebelum membeli rumah, anda harus hitung apa saja yang dibutuhkan untuk menjadikan rumah itu layak huni atau layak disewakan.

 

Tips #3: Periksa kawasan sekitar rumah

Apakah tujuan anda membeli rumah untuk investasi atau tempat tinggal, ada 3 hal penting yang membuat rumah anda berharga: Lokasi, lokasi, lokasi!

Lokasi rumah yang strategis akan membuat nilai jual rumah itu bertambah dengan pesat. Apabila anda pergunakan rumah itu sebagai tempat tinggal, lokasi yang strategis akan membuat kegiatan anda sehari-hari lebih nyaman.

Oleh karena itu, harus anda periksa:

  • Akses infrastruktur seperti jalan, poliklinik, sekolah untuk anak
  • Kebisingan. Apakah rumah terlalu dekat dengan pabrik atau jalan raya sehingga terlalu bising.
  • Masyarakat sekitar. Apakah angka kriminalitas di lingkungan itu rendah.
  • Bebas banjir. Bagaimana risiko rumah tersebut tenggelam kalau ada banjir.
  • Pemandangan. Rumah yang mempunyai pemandangan yang bagus memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

 

Tips #4: Periksa kondisi keuangan anda dan KPR

Kebanyakan dari kita akan membeli rumah dengan menggunakan fasilitas KPR. Kalau anda membeli rumah secara kontan, keuangan bukan masalah besar.

Kalau anda mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR), anda harus menyiapkan uang untuk hal-hal di bawah ini:

  1. Uang Muka. Bank Indonesia mengharuskan anda untuk membayar 20% dari harga properti.
  2. Biaya notaris untuk membalik nama (property transfer)
  3. Biaya Administrasi dan Provisi dibayar ke bank untuk memproses KPR anda
  4. Pajak pembeli, dibayar ke pemerintah
  5. Asuransi jiwa dan asuransi kebakaran

Selain itu, karena anda mengambil pinjaman KPR dari bank/institusi keuangan lainnya, anda wajib membayar Angsuran Bulanan. Pastikan bahwa pendapatan bulanan anda, setelah dikurangi kebutuhan bulanan, cukup untuk membayar angsuran bulanan

angsuran < (pendapatan –  pengeluaran)

Membandingkan produk KPR dari setiap bank adalah hal yang sangat penting. Untuk mempermudah kerja anda dalam membandingkan KPR, anda bisa memakai layanan gratis pembanding kredit rumah dari SikatAbis.com. Dengan SikatAbis.com, anda bisa membandingkan dan menentukan KPR terbaik untuk anda hanya dalam 5 menit.

Advertisements

Peraturan Baru BI tentang uang muka (DP) KPR

Image

Mulai 1 September 2013, Bank Indonesia (BI) akan memberlakukan aturan baru untuk uang muka KPR (DP). Inilah aturan baru itu:

  • Rumah pertama, DP minimum 30%
  • Rumah kedua, DP minimum 40%
  • Rumah ketiga, DP minimum 50%

Disamping itu, Bank Indonesia juga mengeluarkan aturan baru di mana Bank tidak diperkenankan membiayai uang muka. Dengan kata lain, kalau anda berniat untuk mencari KPR dari suatu bank, pastikan anda mempunyai uang kontan paling tidak 30% dari harga rumah yang anda incar. 

Untuk membandingkan KPR dari berbagai macam bank dengan mudah, anda bisa menggunakan jasa dari SikatAbis.com.

Perbandingan bunga Fixed dan Float

Suku-bunga-kprDalam dunia perbankan, dikenal dua jenis sistem penentuan suku bunga pinjaman, yaitu sistem fixed (tetap) dan floating (berubah mengikuti keadaan pasar). Biasanya, orang awam akan sulit menentukan pilihan, apalagi bila tidak mengetahui dengan pasti cara perhitungan bunga tersebut.

 

Fixed Interest (Bunga Tetap)

Besar suku bunga yang diberikan bank akan tetap selama kurun waktu yang diberikan, misalnya 1 atau 2 tahun pertama dari masa pinjaman. Suku bunga tetap memberikan perlindungan kepada anda kalau terjadi krisis di pasar dan suku bunga bank naik (semisal, krisis ekonomi 1998 dan 2008), suku bunga KPR anda akan tetap.

 

Floating Interest (Bunga Berubah)

Suku bunga akan berubah mengikuti keadaan pasar. Kalau keadaan ekonomi bagus dan bunga yang diberikan oleh bank rendah, maka suku bunga berubah akan menguntungkan anda.

 

Selain besaran suku bunga yang ditawarkan, ada banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan oleh calon debitur, diantaranya sistem pembayaran dan perhitungan bunga yang dipakai oleh bank yang bersangkutan. Jika suku bunga KPR cukup bersaing ketat, lihat fasilitas dan keuntungan yang didapat.

Untuk membandingkan KPR dan mencari bunga yang paling rendah, anda bisa memakai layanan pembanding KPR seperti SikatAbis.

Posting pertama dari kantor SikatAbis

Logo SikatAbis.com

Setelah beberapa bulan mengerjakan website SikatAbis, akhirnya beberapa hari yang lalu saya mengunggahnya ke Amazon server. Website SikatAbis yang saat ini masih jauh dari apa yang saya pikirkan. Tapi, mengikuti saran Eric Ries dari bukunya, The Lean Startup, saya langsung potong features-features yang belum jadi dan unggah apa yang sudah siap. So, this is the Minimum Viable Product. Cukup untuk mendapatkan feedback dari orang-orang lain. If you have any feedback, please let me know.

Saya ingin SikatAbis ini bisa berguna untuk orang Indonesia di saat mereka memilih kredit. Saat ini, agak susah dalam memilih KPR karena informasi yang ada di website bank sangat banyak. Dengan bahasa yang berbelit dan tidak to the point, sangat susah bagi masyarakat awam untuk membandingkan KPR satu dengan lainnya.

Saya berharap dengan menggunakan SikatAbis.com, masyarakat mampu menentukan pilihan KPR mereka dalam 5 menit saja.

Sekian, dan salam Sikat!!

 

-m